Mengenal Fakta Beragam Metode Perawatan Diabetes Melitus

Metode perawatan diabetes melitus memang ada berbagai macam. Oleh sebab itu, terkadang metode perawatan untuk penderita diabetes ini sering membingungkan orang-orang yang menderita penyakit DM. Secara medis, perawatan diabetes dibagi menjadi 2 macam jenis yaitu dengan metode farmakologis dan juga dengan metode non farmakologis.

Masing-masing dari metode perawatan diabetes secara medis tersebut masing-masing memiliki dampak negatif sekaligus negatif. Bagi anda yang menderita penyakit diabetes melitus dan masih belum begitu paham dengan berbagai macam perawatannya secara medis, maka anda bisa mendapatkan informasi lebih mengenai hal tersebut di artikel ini.

Perawatan Diabetes Dengan Metode Non Farmakologis

Mungkin masih ada beberapa dari anda yang belum memahami apa itu perawatan diabetes melitus dengan menggunakan metode non farmakologis.

Yang dimaksud perawatan diabetes dengan menggunakan metode non farmakologis adalah mengatasi penyakit DM tanpa menggunakan obat-obatan.

Sebenarnya, metode non farmakologis sangat mudah dilakukan. Bagi anda yang ingin mengontrol penyakit diabetes melitus dengan menggunakan metode non farmakologis adalah dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Mulai mengatur pola makan karena memang apa yang anda makan akan sangat berpengaruh pada kadar glukosa di dalam darah anda.
  • Melakukan olahraga secara teratur dan tepat. Pemilihan jenis olahragapun sebaiknya juga dikonsultasikan dengan dokter.
  • Sama sekali tidak melakukan kebiasaan buruk seperti merokok dan juga meminum minuman yang mengandung alkohol.
  • Menurunkan berat badan sehingga kadar lemak di dalam tubuh bisa dikurangi.

Bila anda mampu melakukan semua hal tersebut secara disiplin, maka anda sudah bisa mengontrol agar penyakit diabetes melitus yang anda derita tidak bertambah parah meskipun anda tidak meminum obat-obatan medis apapun.

Metode Farmakologis Untuk Mengatasi Penyakit Diabetes

Sebelumnya anda sudah membaca mengenai seperti apa cara mengatasi penyakit diabetes melitus menggunakan metode non farmakologis. Meskipun tampaknya mudah, ternyata metode non farmakologis tidak selalu bisa digunakan oleh semua penderita diabetes melitus.

Karena ternyata memang metode non farmakologis cukup sulit digunakan. Anda harus benar-benar memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk bisa merasakan hasil dari metode tersebut.

Mayoritas penderita diabetes melitus menggunakan metode farmakologis dibandingkan dengan non farmakologis. Karena memang dengan meminum obat khusus, kadar glukosa di dalam darah bisa diturunkan lebih mudah daripada dengan menggunakan metode non farmakologis.

Ada beberapa macam jenis obat-obatan medis yang digunakan dalam metode farmakologis ini. berikut adalah beberapa macam obat-obatan yang digunakan untuk perawatan diabetes melitus:

  • Sulfonylurea

Sulfonylurea adalah salah satu jenis obat yang berfungsi untuk merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi hormon insulin.

Obat ini diberikan bagi penderita diabetes melitus yang organ pankreasnya masih dapat berfungsi. Biasanya penderita diabetes melitus tipe 2 adalah yang paling sering meminum obat-obatan yang mengandung sulfonylurea ini.

Obat jenis ini sebaiknya tidak dikonsumsi sebelum tidur. Karena ada kemungkinan menyebabkan munculnya hipoglikemia saat anda tertidur.
  • Biguanid

Biguanid memiliki manfaat untuk meningkatkan kepekaan insulin terhadap glukosa. Obat jenis ini biasa diberikan pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang memiliki masalah kelebihan berat badan.

Obat golongan biguanid ini memiliki efek negatif di awal penggunaannya. Pada umumnya, mereka yang meminum obat ini mengalami masalah pada sistem pencernaan. Oleh sebab itu, disarankan untuk meminum obat ini dalam dosis yang rendah.

  • Acarbose

Acarbose adalah jenis obat yang berfungsi memperlambat proses pencernaan karbohidrat menjadi glukosa. Obat ini biasa diberikan bagi penderita DM yang memiliki kadar glukosa lebih dari 180 mg/dl pada keadaan puasa.

  • Insulin

Insulin hanya diberikan pada penderita diabetes melitus yang organ pankreasnya sama sekali tidak bisa memproduksi hormon insulin atau jumlah hormon insulin yang diproduksi tidak dapat mencukupi kebutuhan tubuh.

Dalam Keadaan Seperti Apa Penderita DM Membutuhkan Suntikan Insulin?

Banyak orang menganggap bahwa perawatan diabetes selalu menggunakan suntikan insulin. Padahal tidak semua perawatan untuk penderita diabetes membutuhkan suntikan insulin.

Berikut ini adalah beberapa keadaan penderita diabetes melitus yang membutuhkan suntikan insulin:

  • Penderita diabetes melitus yang sudah mengalami luka di bagian kaki yang mulai berubah menjadi gangren.
  • Penderita diabetes melitus yang mulai mengalami ketoasidosis dan juga koma.
  • Penderita diabetes gestasional yang pola makannya tidak terkontrol dengan baik.
  • Penderita DM yang mengalami penurunan berat badan secara drastis.
  • Sudah menderita komplikasi gagal ginjal dan juga kerusakan organ hati yang sudah cukup parah.
  • Penderita penyakit DM tipe 1 terutama yang berusia muda.

Suntikan insulin tidak bisa digunakan secara sembarangan meskipun anda termasuk penderita diabetes melitus yang membutuhkan suntikan insulin. Karena jika digunakan secara tidak benar, suntikan insulin dapat memberikan cukup banyak efek negatif bagi anda.

Dampak Negatif Penggunaan Suntikan Insulin Secara Sembarangan

Ya, penggunaan suntikan insulin secara sembarangan pada perawatan diabetes jelas akan memberikan dampak negatif. Berikut adalah beberapa dampak negatif dari penggunaan suntikan insulin secara asal-asalan:

  • Hipoglikemia bisa dialami jika dosis suntikan insulin yang diberikan terlalu berlebihan maupun jika penderita DM belum sarapan sebelum mendapatkan suntikan insulin.
  • Penyuntikan insulin pada area yang sama dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan bagian kulit dimana insulin disuntikkan menjadi cekung.
  • Penderita diabetes melitus bisa saja mengalami alergi gatal-gatal jika menggunakan suntikan insulin secara sembarangan.
  • Edema insulin.

Leave A Comment...

*