Inilah 4 Macam Komplikasi Diabetes Mellitus Kronis yang Bisa Dialami Penderita DM

Komplikasi diabetes mellitus memang dibedakan menjadi 2 macam jenis yaitu komplikasi akut dan juga komplikasi kronis. Di artikel bagian pertama, kita sudah menjabarkan secara lengkap mengenai beberapa macam jenis komplikasi akut yang berpotensi dialami oleh penderita diabetes melitus.

Kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai apa saja komplikasi kronik diabetes mellitus yang menjadi komplikasi kedua penyakit diabetes melitus. Untuk anda yang ingin mengetahui mana yang lebih berbahaya antara komplikasi kronis dan juga komplikasi akut pada penderita diabetes melitus, anda bisa mempelajarinya lebih lanjut di artikel ini.

Mengapa Komplikasi Diabetes Mellitus Kronis Bisa Terjadi?

Sebenarnya apa yang menyebabkan terjadinya komplikasi diabetes mellitus kronis tersebut? komplikasi kronis bisa dialami oleh penderita diabetes melitus yang belum mampu mengontrol kestabilan kadar gula darah.

Ketika kadar gula di dalam darah terlalu tinggi dan hal tersebut tidak disertai dengan cara ampuh mengatasi kencing manis dalam waktu yang cukup lama, maka beberapa organ penting di dalam tubuh seperti organ mata, jantung, dan juga ginjal bisa mengalami kerusakan.

Kerusakan pada beberapa macam organ penting di dalam tubuh itulah yang memicu kemunculan berbagai macam penyakit yang dinyatakan sebagai penyakit komplikasi kronik diabetes mellitus.

Setidaknya ada 4 macam jenis penyakit yang tergolong sebagai penyakit komplikasi diabetes mellitus yang perlu diwaspadai oleh setiap orang yang menderita DM. Anda bisa mempelajari apa saja 4 macam jenis penyakit tersebut di sini.

  1. Penyakit Jantung

Penyakit pertama yang paling sering muncul akibat penyakit diabetes melitus adalah penyakit jantung. Penyakit jantung beresiko diderita oleh penderita diabetes melitus yang sering memiliki kadar gula darah tinggi.

Hal tersebut bisa terjadi karena kadar gula darah yang tinggi akan merusak dinding pembuluh darah. Ketika dinding pembuluh darah mengalami kerusakan, maka penumpukan lemak akan terjadi dan hal tersebut akan menyebabkan pembuluh darah semakin sempit.

Ketika pembuluh darah semakin sempit, maka organ jantung akan bekerja sangat keras untuk memompa darah. Jika hal tersebut terus terjadi, maka organ jantung dapat mengalami kerusakan dan menyebabkan munculnya penyakit jantung.

Selain itu, ada juga potensi pecahnya pembuluh darah akibat tekanan darah terlalu tinggi. Jika pembuluh darah di bagian otak yang pecah, maka dapat menyebabkan anda mengalami stroke.

Namun demikian, pada umumnya penderita diabetes melitus lebih sering mengalami penyakit jantung koroner. Jika penyakit tersebut tidak diatasi dengan serius maka dapat dipastikan penderita diabetes melitus akan sangat berpotensi mengalami berbagai macam masalah yang lebih berat lagi.

Gejala Penderita Diabetes Melitus yang Mulai Menderita Penyakit Jantung

Sebenarnya ada beberapa macam gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita diabetes ketika mereka mulai menderita penyakit jantung. Berikut ini beberapa gejala munculnya penyakit jantung sebagai komplikasi diabetes mellitus:

  • Sering sakit kepala.
  • Sering merasa nyeri di bagian dada sebelah kiri.
  • Cenderung lebih banyak mengeluarkan keringat.
  • Mudah merasa lelah.
  • Detak jantung tidak stabil.
  • Nafas terasa sangat berat.

Penyakit jantung yang muncul akibat komplikasi kronik diabetes mellitus ini lebih sering dialami oleh penderita diabetes melitus tipe 2. Namun demikian, penderita diabetes melitus tipe 1 juga memiliki resiko untuk menderita penyakit jantung terutama yang masih berusia muda.

Faktor Penyebab Penderita Diabetes Melitus Dapat Menderita Penyakit Jantung

Ada beberapa macam faktor yang menyebabkan penderita diabetes melitus dapat menderita penyakit jantung. Berikut adalah beberapa faktor yang sebaiknya mulai anda kurangi jika anda tidak ingin menderita penyakit jantung sebagai komplikasi kronik diabetes mellitus:

  • Kadar glukosa di dalam darah terlalu tinggi dan hal tersebut dibiarkan berlarut-larut.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Memiliki tekanan darah tinggi.
  • Kebiasaan merokok dan juga minum minuman yang mengandung alkohol.
  • Tidak mengatur pola makan.
  • Tidak pernah atau jarang berolahraga.
  • Memiliki kadar kolesterol LDL yang sangat tinggi.
  • Memiliki masalah resistensi terhadap insulin.
  1. Gagal Ginjal

Selain penyakit jantung, penderita diabetes melitus yang masih belum mampu menjaga kestabilan kadar glukosa di dalam darah juga lebih berpotensi menderita penyakit gagal ginjal daripada non diabetesi.

Karena ternyata kadar gula darah yang terlalu tinggi juga akan memaksa organ ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring glukosa yang ada di dalam darah.

Jika hal ini terus terjadi, organ ginjalpun akan lebih cepat mengalami kerusakan. Kerusakan pada organ ginjal akan membuatnya tidak bisa lagi berfungsi menyaring racun yang ada di dalam darah.

Jika hal tersebut sudah terjadi, mau tidak mau penderita harus rela melakukan cuci darah secara berkala untuk menyaring racun yang ada di dalam darah dan hal tersebut bersifat permanen.

Salah satu cara yang umum digunakan untuk mengembalikan fungsi organ ginjal adalah dengan melakukan cangkok ginjal. Namun demikian, persentase keberhasilan cangkok ginjal sampai saat ini masih relatif kecil. Oleh sebab itu, sebaiknya sebisa mungkin cegah komplikasi diabetes mellitus satu ini. Karena efeknya benar-benar membuat anda menderita seumur hidup.

  1. Rusaknya Mata

Penderita diabetes melitus juga perlu waspada karena komplikasi kronik diabetes mellitus dapat merusak mata. Kerusakan mata persentasenya jauh lebih tinggi jika anda sudah menderita penyakit gagal ginjal.

Karena ketika organ ginjal sudah tidak dapat lagi berfungsi dengan baik, maka kadar glukosa yang terlalu tinggi di dalam darah akan langsung merusak mata dan membuat anda mengalami penurunan penglihatan sampai mengalami kebutaan permanen.

  1. Kerusakan Saraf

Kerusakan saraf juga termasuk sebagai komplikasi diabetes mellitus. Masalah ini lagi-lagi disebabkan karena rusaknya organ ginjal sehingga tidak ada lagi organ yang menyaring racun di dalam darah.

Ketika racun di dalam darah semakin banyak, hal tersebut dapat menyerang saraf penting di dalam tubuh kita. Mereka yang mulai mengalami kerusakan saraf biasanya merasakan gejala seperti kesemutan dan mati rasa.

Masalah tersebut akan semakin bertambah frekuensinya ketika semakin banyak saraf penting yang mengalami kerusakan.

Leave A Comment...

*