Apa Masalah yang Rawan Muncul Akibat Gula Darah Terlalu Tinggi

Di artikel sebelumnya, anda sudah mempelajari secara lengkap mengenai seperti apa komplikasi akut dan kronis. Namun demikian, ternyata kadar gula darah yang terlalu tinggi juga dapat memicu munculnya berbagai macam masalah lain. Berbagai macam masalah tersebut tentunya bukanlah masalah ringan.

Setelah anda mengetahui mengenai komplikasi akut dan juga komplikasi kronis, sebaiknya andapun mempelajari mengenai cara mengobati diabetes secara alami dan apa saja berbagai macam masalah yang kemungkinan bisa anda derita akibat penyakit diabetes melitus.

Berikut adalah beberapa macam masalah yang umumnya rawan dialami oleh penderita DM yang tidak mampu mengontrol kadar gula darahnya.

  1. Stroke

Penderita diabetes melitus yang masih kesulitan menjaga kestabilan kadar gula darah sangat rawan mengalami stroke.

Penyakit diabetes melitus adalah salah satu penyakit yang menjadi faktor pemicu stroke kedua setelah penyakit hipertensi atau darah tinggi. Padahal, penyakit diabetes melitus sendiri dapat memicu munculnya penyakit darah tinggi tersebut.

Karena itulah, penderita penyakit diabetes melitus dinyatakan sangat besar kemungkinannya untuk mengalami stroke jika masih belum bisa mengontrol kadar gula darah.

Faktor Penyebab Penderita Diabetes Melitus Dapat Menderita Stroke

Apa faktor yang pada umumnya dapat menyebabkan penderita diabetes melitus lebih rawan menderita stroke? Berikut adalah beberapa faktor pemicu yang perlu anda waspadai:

  • Kegemukan atau obesitas.
  • Menderita penyakit tekanan darah tinggi.
  • Sangat jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah berolahraga.
  • Kebiasaan merokok.
  • Sangat jarang mengontrol pola makan.

Penelitian juga telah membuktikan bahwa penderita diabetes melitus yang memiliki kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl dalam jangka waktu yang cukup lama memiliki potensi untuk menderita stroke sebesar 25%.

  1. Borok pada beberapa bagian kaki

Selain stroke, penderita diabetes melitus juga sangat rawan mengalami masalah borok terutama di beberapa bagian kaki.

Borok tersebut muncul karena lapisan lendir atau lapisan kulit mengalami kerusakan akibat tingginya kadar gula darah. Selain itu, kadar gula darah yang terlalu tinggi juga menyebabkan penyembuhan luka menjadi lebih lama.

Resiko Terburuk Penderita Diabetes yang Memiliki Borok

Penderita diabet sebaiknya jangan meremehkan luka kecil di bagian kaki. Karena luka kecil atau borok bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Ketika borok tidak segera diatasi, maka dapat berkembang menjadi gangren. Gangren adalah luka serius yang terjadi akibat adanya sel kulit yang mati karena kekurangan pasokan darah.

Gangren akan menyebabkan pembusukan pada beberapa bagian tubuh. Pembusukan juga dapat menyebar ke beberapa bagian tubuh lain.

Untuk mencegah terjadinya penyebaran pembusukan, maka satu-satunya cara adalah dengan melakukan amputasi pada bagian yang mengalami pembusukan.

Kebanyakan penderita diabetes melitus yang sampai mengalami gangren dikarenakan sensor perasa tubuh sudah mengalami kerusakan sehingga mereka tidak merasakan sakit di bagian yang mengalami luka.

Oleh sebab itu, sebaiknya sering cek kesehatan bagian tubuh anda jika anda sudah menderita penyakit diabetes melitus. Bagian tubuh yang paling berpotensi mengalami luka adalah bagian kaki.

  1. Gangguan Seksual

Tingginya kadar gula darah pada penderita diabet juga dapat mempengaruhi aktivitas seksual. Ada beberapa macam gangguan seksual yang umum dialami oleh penderita diabetes melitus. Berikut ini adalah beberapa macam gangguan seksual yang perlu diwaspadai oleh penderita diabet:

  • Impotensi atau kehilangan kemampuan untuk ereksi.

Impotensi atau hilangnya kemampuan untuk ereksi adalah masalah seksual pertama yang paling sering dialami oleh penderita diabet. Hal ini bisa terjadi akibat menyempitnya saluran pembuluh darah akibat penumpukan lemak di dalam pembuluh darah.

Oleh karena itu, aliran darah yang menuju ke alat kelamin akan berkurang dan menyebabkan masalah impotensi.

  • Kehilangan nafsu untuk berhubungan seksual.

Penderita diabet juga sangat sering kehilangan nafsu untuk berhubungan seksual. Hal tersebut terjadi akibat tubuh penderita diabet sering tidak fit.

Ketika tubuh tidak fit akibat tingginya kadar gula darah, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi nafsu untuk berhubungan seksual.

  • Munculnya infeksi jamur pada alat kelamin.

Diabetes melitus juga dapat menyebabkan munculnya infeksi jamur pada alat kelamin. Masalah ini akan membuat penderita diabet tidak nyaman ketika berhubungan seksual dengan pasangan.

Jika saat ini anda mulai mengalami beberapa masalah seksual akibat penyakit diabetes melitus tersebut, maka sebaiknya segera kunjungi dokter untuk melakukan konsultasi.

Pada umumnya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui apakah penurunan aktivitas seksual tersebut terjadi akibat faktor mental atau fisik.

Dengan mengetahui secara jelas apa penyebabnya, dokter dapat memberikan solusi yang terbaik untuk mengatasi masalah tersebut.

Gangguan Seksual Pada Wanita Penderita Diabetes

Selama ini banyak orang menganggap bahwa yang dapat menderita gangguan seksual akibat penyakit diabetes hanyalah pria. Namun sebenarnya wanita yang menderita penyakit diabet juga berpotensi mengalami gangguan seksual.

Gangguan seksual yang umumnya dialami oleh diabetesi wanita disebut dengan POS atau Polycystic Ovarian Syndrome. Selain POS, diabetesi wanita juga bisa saja mengalami infeksi jamur pada alat kelamin sama halnya seperti diabetesi pria.

Gejala Diabetesi Wanita yang Mengalami POS

Diabetesi wanita yang mengalami POS biasanya akan merasakan beberapa gejala seperti:

  • Sulit hamil.
  • Tidak terjadi ovulasi atau pengeluaran sel telur dari ovarium yang siap dibuahi.
  • Jarang mengalami atau bahkan tidak mengalami menstruasi.
  • Tumbuhnya rambut pada bagian tertentu seperti pria.

Faktor Penyebab Diabetesi Wanita Mengalami POS

Ada beberapa macam faktor yang umumnya meningkatkan potensi diabetesi wanita untuk mengalami kondisi POS. Berikut adalah beberapa faktor pemicunya:

  • Resistensi insulin yang cukup tinggi di dalam tubuh.
  • Intoleransi glukosa.
  • Memiliki berat badan berlebih.

Leave A Comment...

*